Sama seperti sleep walking, seksomnia juga termasuk dalam jenis gangguan tidur yang dikenal sebagai parasomnia. Istilah tersebut mengacu pada sensasi dan perilaku yang tidak biasa, seperti berjalan atau melakukan seks dalam tidur yang mungkin dialami atau ditunjukkan seseorang saat tertidur. Yuk, kenali lebih jauh tentan seksomnia di sini.
Seksomnia atau dikenal juga sebagai seks tidur adalah jenis gangguan tidur langka yang kebanyakan dialami oleh pria. Diperkirakan hanya sebanyak 7 persen kasus seksomnia yang dilaporkan ke klinik gangguan tidur, tapi presentase sebenarnya mungkin bisa lebih tinggi dari itu karena beberapa orang mungkin malu untuk mencari bantuan.
Dalam kasus seksomnia, seseorang bisa terlibat perilaku seksual tertentu saat ia tertidur. Contohnya, masturbasi, gerakan seksual, agresi seksual atau memulai hubungan seks dengan orang lain.
Namun, meskipun mata pengidap mungkin terbuka dan ia mungkin membuat suara-suara seksual, pengidap tertidur selama aktivitas tersebut dan biasanya tidak ingat akan perilakunya tersebut begitu ia bangun.
Menurut sebagian besar penelitian, episode seksomnia biasanya terjadi selama non-rapid eye movement (NREM), yaitu tahap siklus tidur terdalam tanpa mimpi. Perlu diketahui, mimpi seksual tidak dianggap sebagai jenis seksomnia karena tidak melibatkan tindakan atau perilaku fisik, selain dari gairah dan ejakulasi.
Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, tapi gangguan tidur ini dimulai setelah masa pubertas dan orang yang mengidap sleepwalking atau mengigau saat tidur lebih berisiko mengalami seksomnia daripada mereka yang tidak.
Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor-faktor berikut:
Dengan begitu, mengubah gaya hidup dan kebiasaan tidur menjadi lebih baik bisa mengurangi kejadian seksomnia.
Gejalanya bisa melibatkan mulai dari sentuhan kepada diri sendiri atau gerakan seksual, hingga mencari keintiman seksual dengan orang lain tanpa sadar.
Jenis gangguan tidur ini juga bisa terjadi bersamaan dengan aktivitas parasomnia lainnya, seperti berjalan sambil tidur atau mengigau.
Nah, berikut gejala umum yang bisa terjadi:
Seksomnia bisa berdampak besar pada orang yang mengidapnya maupun pasangannya. Sebab, orang-orang dengan parasomnia tersebut bisa melakukan perilaku seksual di luar kendali sadar mereka dan tidak mengingatnya.
Pada beberapa pasangan, seksomnia mungkin bisa menjadi salah satu bagian aktivitas seksual yang dinikmati. Namun, pengidap juga bisa menjadi sangat agresif saat episode gangguan tidur tersebut berlangsung, sehingga mungkin menyakiti pasangan. Dalam kasus ekstrem, seksomnia bisa menyebabkan seseorang mendapat tuduhan penyerangan seksual, termasuk pemerkosaan.
Oleh karena itu, bagi kamu yang mengidap seksomnia dan pasanganmu, penting untuk berbicara dengan spesialis tidur dan terapis untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan perawatan yang tepat.
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi sexsomnia:
Itulah penjelasan mengenai sexsomnia. Nah, kamu bisa coba periksa kesehatan kamu untuk menemukan faktor yang kira-kira bisa menjadi penyebab sexsomnia.
7 Universitas Terbaik Di Swiss Dan Jurusan Populernya - Sistem pendidikan tinggi terbaik di dunia.…
Membangun Rasa Inovatif Lewat Pelatihan Kreatif - Keunggulan kompetitif yang sangat di butuhkan, baik dalam…
7 Drama Korea Buat Motivasi Belajar Agar Sukses Study Abroad - Untuk menjaga semangat dan…
Analisis Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Kolaboratif - Penggunaan media sosial sebagai alat pembelajaran…
5 Metode Mudah Untuk Mengenalkan Literasi Finansial Ke Anak - Memiliki pemahaman tentang keuangan sejak…
5 Keunggulan Sistem Pendidikan di New Zealand yang Membuatnya Unggul di Dunia - Setiap negara…